Monday, 20 January 2025

KATA IMBUHAN

Apa Itu Kata Imbuhan? Kata imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata dasar, baik di awal, di akhir, di tengah atau gabungan di antara ketiganya untuk membentuk kata baru, sehingga berhubungan dengan kata pertama. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, imbuhan berarti bubuhan (yang berupa awalan, sisipan, akhiran) pada kata dasar untuk membentuk kata baru; afiks. Imbuhan berasal dari kata dasar imbuh. Artinya, tambahan tidak banyak. Imbuhan mendapat surfiks atau akhiran -an di akhir. Dalam Bahasa Indonesia, imbuhan juga disebut sebagai afiks yang menjadi unsur penting dalam mengubah bentuk kata, jenis kata dan maknanya. Selain itu, imbuhan dapat juga diartikan sebagai bentuk linguistik di dalam suatu kata merupakan unsur langsung, yang bukan kata maupun pokok kata. Imbuhan mengubah leksem menjadi kata yang mempunyai arti lengkap, seperti memiliki subjek, predikat dan objek. Proses pemberian imbuhan itulah yang disebut afiksasi. Misalnya kata dasar minum, yang akan berubah makna bila diberi imbuhan -an di akhir kata menjadi “minuman”. Karena, minum merupakan bentuk kata kerja dan minuman merupakan bentuk kata benda yang Artinya pasti berbeda. Sehingga, kata imbuhan atau afiks memiliki peranan penting dalam pembentukan kata dasar menjadi kata jadian yang sudah diberi imbuhan. Fungsi Kata Imbuhan 1. Membentuk Kata Benda 2. Membentuk Kata Kerja 3. Membentuk Kata Sifat 4. Membentuk Kata Bilangan Jenis-Jenis Imbuhan 1. Imbuhan Berdasarkan Posisinya Kata imbuhan berdasarkan posisinya terbagi menjadi empat, yaitu prefiks (awalan), sufiks (akhiran), infiks (sisipan) dan konfiks (gabungan awalan dan akhiran). Setiap posisi kata imbuhan ini akan memberikan makna yang berbeda. a. Prefiks (Awalan) Prefiks adalah jenis imbuhan yang letaknya di awal kata dasar, seperti meng-, ter-, ber-, ke-, per-, peng-, meng-, memper- dan lainnya. Contoh imbuhan awalan adalah beranak, pengerat, melamar, tertutup, dibaca, serumah dan lainnya. b. Sufiks (Akhiran) Sufiks adalah jenis imbuhan yang letaknya di akhir kata dasar, seperti -an, -kan, -nya dan -i. Contoh imbuhan akhiran adalah timbangan, panaskan, beresi, bajunya, lamaran dan lainnya. c. Infiks (Sisipan) Infiks adalah imbuhan yang letaknya disisipkan di tengah kata dasar adalah -em-, -el-, -in-, -er- dan -eh-. Contoh imbuhan sisipan adalah melaju, temali, seruling dan lainnya. d. Konfiks (Gabungan awalan dan akhiran) Konfiks adalah imbuhan yang terletak di awal dan akhir kata dasar dan biasanya juga disebut simulfiks, seperti ke-an, per-an, ber-an, di-i, di-kan, peng-an, ke-an, memper-i, memper-kan, me-kan. Contoh imbuhan konfiks meliputi: ketakutan perkotaan seandainya berduaan 2. Imbuhan Berdasarkan Penggunaannya Kata imbuhan berdasarkan frekuensi penggunaannya terbagi menjadi dua, yakni imbuhan produktif dan imbuhan tak produktif. Imbuhan produktif adalah imbuhan yang mempunyai frekuensi penggunaan tinggi, seperti se-, ber-, meng-, peng-, per-, dan lainnya. Sedangkan, imbuhan tak produktif adalah sebuah imbuhan yang mempunyai frekuensi penggunaan rendah, seperti -em, -el, -wati, -is, -er, dan lainnya. 3. Imbuhan untuk Serapan Bahasa Asing Imbuhan juga ada yang merupakan serapan dari Bahasa asing, seperti -I, -man, -wan, -wati, -iyah, -is, -sasi dan -isme. Imbuhan tersebut di antaranya sebagai berikut: a. Imbuhan Bahasa Arab Imbuhan Bahasa Arab fungsinya sebagai pembentuk atau penanda kata sifat, seperti -ah dan -i. Contoh : manusiawi alamiah alami b. Imbuhan Bahasa Sanskerta Imbuhan Bahasa Sanskerta fungsinya sebagai pembentuk kata benda, seperti -man, -wan dan -wati. Contoh imbuhan bahasa Sanskerta: budiman wartawan pragawati c. Imbuhan Bahasa Inggris Imbuhan Bahasa Inggris fungsinya sebagai pembentuk kata sifat, seperti -an, -en, -is, -if dan -al. Contoh imbuhan Bahasa Inggris, seperti imigran presiden egois deskriptif formal

No comments:

Post a Comment

Petualangan di Pangrango

PETUALANGAN DI PANGRANGO Mione Granger, seorang mahasiswi tingkat akhir yang dikenal cerdas dan gemar bertualang, mengajak keempat...